<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"><channel><title>hcbn-indonesia</title><description>hcbn-indonesia</description><link>https://www.hcbn-indonesia.tv/blog-1</link><item><title>Yesus Dimuliakan</title><description><![CDATA[Karena tidak dapat menahan kantuk, murid-murid mendengar sedikit saja dari apa yang dibicarakan oleh Kristus dengan utusan-utusan surga itu. Karena gagal berjaga dan berdoa, mereka tidak menerima apa y anu hendak diberikan Allah kepada mereka-suatu pengetahuan tentang penderitaan Kristus dan kemuliaan yang harus mengikutinya. Mereka kehilangan berkat yang seharusnya menjadi bagian mereka oleh meng-ambil bagian dari pengorbanan diri-Nya. Murid-murid ini lambat percaya. kurang menghargai harta<img src="http://static.wixstatic.com/media/668041_00f041a8da9f42108b831155b8534ce9%7Emv2.jpg"/>]]></description><link>https://www.hcbn-indonesia.tv/single-post/2018/01/14/Yesus-Dimuliakan</link><guid>https://www.hcbn-indonesia.tv/single-post/2018/01/14/Yesus-Dimuliakan</guid><pubDate>Mon, 15 Jan 2018 03:45:55 +0000</pubDate><content:encoded><![CDATA[<div><div><img src="http://static.wixstatic.com/media/668041_00f041a8da9f42108b831155b8534ce9~mv2.jpg"/></div><div>Karena tidak dapat menahan kantuk, murid-murid mendengar sedikit saja dari apa yang dibicarakan oleh Kristus dengan utusan-utusan surga itu. Karena gagal berjaga dan berdoa, mereka tidak menerima apa y anu hendak diberikan Allah kepada mereka-suatu pengetahuan tentang penderitaan Kristus dan kemuliaan yang harus mengikutinya. Mereka kehilangan berkat yang seharusnya menjadi bagian mereka oleh meng-ambil bagian dari pengorbanan diri-Nya. Murid-murid ini lambat percaya. kurang menghargai harta yang dengannya surga berusaha memperkaya mereka. </div></div>]]></content:encoded></item><item><title>Doa Tuhan Yesus</title><description><![CDATA[Hati murid-murid yang sedang mendengarkan sungguhsungguh digerakkan. Telah mereka perhatikan betapa sering Dia menggunakan waktu berjam-jam di tempat sunyi untuk berhubungan dengan Bapa-Nya. Hari-hari-Nya dilewati dengan pelayanan kepada orang banyak yang datang mendesak Nya, dan dengan memaparkan cara berpikir para rabi yang curang, dan pekerjaan yang tak henti-hentinya ini sering membuat-Nya begitu lelah sehingga ibu-Nya dan saudara-saudaraNya, bahkan murid-murid-Nya, telah takut bahwa<img src="http://static.wixstatic.com/media/668041_6a8fac16bd8944fdabc6a28b9d2dbe46%7Emv2.jpg/v1/fill/w_626%2Ch_327/668041_6a8fac16bd8944fdabc6a28b9d2dbe46%7Emv2.jpg"/>]]></description><dc:creator>HCBN Indonesia</dc:creator><link>https://www.hcbn-indonesia.tv/single-post/2018/01/12/Doa-Tuhan-Yesus</link><guid>https://www.hcbn-indonesia.tv/single-post/2018/01/12/Doa-Tuhan-Yesus</guid><pubDate>Fri, 12 Jan 2018 14:09:46 +0000</pubDate><content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://static.wixstatic.com/media/668041_6a8fac16bd8944fdabc6a28b9d2dbe46~mv2.jpg"/><div>Hati murid-murid yang sedang mendengarkan sungguhsungguh digerakkan. Telah mereka perhatikan betapa sering Dia menggunakan waktu berjam-jam di tempat sunyi untuk berhubungan dengan Bapa-Nya. Hari-hari-Nya dilewati dengan pelayanan kepada orang banyak yang datang mendesak Nya, dan dengan memaparkan cara berpikir para rabi yang curang, dan pekerjaan yang tak henti-hentinya ini sering membuat-Nya begitu lelah sehingga ibu-Nya dan saudara-saudaraNya, bahkan murid-murid-Nya, telah takut bahwa hidup-Nya akan dikorbankan. Tetapi setelah Dia kembali dari jam-jam berdoa mengakhiri hari yang melelahkan, mereka memperhati- kan pandangan yang penuh kedamaian di wajah-Nya, perasaan segar yang tampaknya meliputi kehadiran-Nya. Dari jam-jam yang digunakan bersama Allah itulah Dia datang pagi demi pagi, untuk membawa terang surga kepada manusia. Muridmurid itu telah datang untuk menghubungkan jam-jam berdoaNya dengan kuasa kata-kata dan pekerjaan-Nya. Kini, setelah mereka dengar permohonan-Nya, hati mereka kagum dan menjadi rendah. Setelah Ia berhenti berdoa, dengan suatu keyakinan akan keperluan mereka yang penting mereka berseru: “Tuhan, ajarlah kami berdoa”. Lukas 11:1.</div></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>